Post by Iyosbagshop.
Tempat Penjualan Tas, Sepatu dan Baju Import. Barang asli dengan foto 99% sama karena memang apa yang di foto, itu yang di jual.
Coba yang ini
Search
Beli Notebook Gratis Netbook di HP Fun Holiday Promo
Wooo beli notebook gratis netbook ? apa betul nih judulnya. Memang sulit dipercaya namun itu lah promo terbaru dari HP. Bukan hanya itu, selama masa promo ( 21 Nov 12 - 31 Jan 13 ) anda juga berhak mendapatkan tiket jalan jalan ke Korea bersama HP (Hanya 8 Orang).
Berikut adalah tipe HP yang mendapatkan hadiah langsung ( yang telah ditempel sticker promo) :
Free
- Travel Bag
- HDMI to VGA Adapter
- Adode Photoshop and Premier Elements
- Norton Internet Securities 2 Years
HP SpectreXT 13-2002TU - Rp. 13.299.000,-
Free
- Travel Bag
- Adode Photoshop and Premier Elements
- Norton Internet Securities 2 Years
HP ENVY14-3007TU 14.0" - $ 1.599,-
Free
- HP Mini 210 Seharga $ 349
- Adode Photoshop and Premier Elements
- Norton Internet Securities 2 Years
HP ENVY14-3114TU 14.0" - $ 1.999,-
Free
- HP Mini 210 Seharga $ 349
- Adode Photoshop and Premier Elements
- Norton Internet Securities 2 Years
ASUS PadFone, Perangkat Telekomunikasi dan Komputasi 3-in-1
Saat ini kebutuhan atas perangkat komputasi dan
telekomunikasi sudah mencapai titik di mana perangkat tersebut sudah menjadi
perangkat wajib yang harus dibawa ke manapun penggunanya pergi setiap harinya. Sayangnya,
berhubung fungsionalitasnya berbeda-beda, banyak pengguna yang merasa
direpotkan karena terpaksa harus membawa lebih dari satu perangkat.
Demi mengakomodasi kebutuhan seperti itu, ASUS
menghadirkan sebuah perangkat telekomunikasi sekaligus komputasi 3-in-1 dalam
bentuk sebuah produk bernama PadFone.
PadFone intinya adalah
sebuah smartphone 4,3 inci bersistem operasi Google Android 4.0 Ice Cream
Sandwich. Sebagai sebuah smartphone, ia menggunakan
display Super AMOLED qHD, prosesor Qualcomm®
Snapdragon™ S4 dual core 1.5GHz, sebuah kamera digital ultra-sharp 8-megapixel
dengan Fuji image processor, memiliki aperture F/2.2 aperture dan lensa
5-elemen yang dikemas dalam sebuah desain istimewa.
Namun
smartphone tersebut memiliki perlengkapan istimewa yakni PadFone Station. Saat
PadFone ditempatkan
di dalamnya, ia berubah menjadi sebuah tablet PC berukuran
layar 10.1
inci. Yang menarik, selain layarnya berubah menjadi semakin lega, memanfaatkan
baterai yang tersedia pada station, talktime PadFone menjadi lebih panjang,
hingga 63 jam. Audio yang dihasilkan juga menjadi lebih kuat karena ada speaker
bersertifikasi SonicMaster pada PadStation.
Untuk
memastikan transisi mulus antara layar PadFone dan PadFone Station, ASUS
menyediakan fitur yang disebut dengan DynamicDisplay. Selain membuat konten
yang ditampilkan di layar smartphone dapat langsung ditayangkan pada tablet
saat PadFone dimasukkan ke dalam PadStation, fitur teknologi yang dikembangkan
bersama oleh ASUS dan Google tersebut membuat konten yang ditampilkan di layar
tablet tak hanya lebih besar, namun menjadi lebih kaya.
Sebagai
fungsi pelengkap, PadFone Station juga bisa ditempatkan pada sebuah docking.
Jika dipasangkan dengan docking, tablet tersebut akan berubah menjadi perangkat
komputasi ultra portable yang memiliki fungsi penuh layaknya sebuah netbook
dengan keyboard, touchpad, serta port USB. Baterai yang tersedia pada docking
ini juga semakin menambah talktime PadFone menjadi hingga 102 jam.
Pengguna
juga tidak perlu khawatir. Saat PadFone terpasang di dalam PadStation atau
sedang digunakan untuk mengedit tugas dalam modus notebook dan tiba-tiba ada
panggilan telepon, PadFone tidak perlu dikeluarkan dari PadStation. Menggunakan
stylus yang tersedia, pengguna bisa langsung menjawab telepon dan berkomunikasi
lewat speaker dan microphone yang tersedia pada stylus tersebut.
Artinya, dengan 3 kemampuan
dalam satu perangkat, yakni smartphone, tablet, serta sekaligus notebook,
pengguna tidak perlu membawa 3 perangkat yang masing-masing mandiri satu sama
lain ke mana ia pergi. Satu hal lagi yang juga penting, pengguna hanya cukup
menggunakan 1 SIM card dari operator GSM untuk memasok layanan data bagi
smartphone, bagi tablet, dan bagi ‘notebook’ PadFone.
VivoBook S200, Keseimbangan Sempurna Laptop Touchscreen dan Tablet Windows 8
Menyambut
kehadiran sistem operasi terbaru Microsoft, yakni Windows 8, ASUS
menghadirkan notebook perdana berteknologi layar sentuh dalam wujud ASUS
VivoBook S200. Produk tersebut mengawali rangkaian lini produk VivoBook di
Indonesia. Tetapi, apakah produk ini merupakan sebuah notebook, atau tablet?
Sebagai perangkat yang
dioptimalkan untuk Windows 8, ASUS VivoBook tampil menarik, handal, dan
memiliki desain sangat portabel. Ia sudah dilengkapi dengan ASUS SonicMaster
audio dan instant-on 2 detik. Selain itu, tersedia pula media penyimpanan cloud
yakni WebStorage sebesar 32GB yang bisa dinikmati selama 3 tahun.
Tidak hanya menghadirkan layar
sentuh, S200 juga membawa keindahan sebuah produk ke dalam hidup penggunanya.
Hadir dengan ketebalan hanya 21 milimeter, S200 menggunakan chassis dengan
sistem one-piece top case dan hidden hinge yang membuat produk ini tampak
elegan.
Chassis tersebut menggunakan bahan
sand-blasting aluminum di bagian atas dan rubber paint di bagian bawah. Untuk
cover LCD, corak brushed-hairline aluminum digunakan, adapun untuk mempercantik
tampilan, S200 menggunakan desain frameless like pada bazel-nya.
Untuk input utama, notebook yang
sudah dilengkapi dengan pre-installed Windows 8 ini menggunakan Seamless
Chiclet keyboard. Yang menarik, keyboard ini juga menggunakan desain
back-assembled yang akan menghadirkan pengalaman mengetik yang sangat nyaman
pada penggunanya.
Melengkapi keyboard yang nyaman
digunakan, ASUS juga menyediakan touch pad dengan fitur smart gesture. Touchpad
ini dapat melakukan banyak fungsi seperti zoom, rotate, dan scrolling cukup
dengan bantuan dua atau tiga jari saja, sehingga pengguna tidak perlu repot
melakukan berbagai aktivitas dengan mouse.
Selain itu, touchpad intuitif tersebut
berfitur intelligent detection yang hadir menawarkan penggunanya kontrol yang
sangat alami. Terakhir, untuk mengakomodasi pengguna yang sering bekerja dengan
S200, area palm rest juga didesain cukup lega.
Dari
sisi layar, VivoBook S200 yang hadir dalam 3 pilihan warna yakni Luxury Silver,
Hot Pink, dan Steel Grey ini memiliki layar sentuh 11,6 inci dengan resolusi
1366x768. Hebatnya, layar sentuh tersebut juga bukan layar sentuh biasa.
Ia punya 3 fitur unggulan. Fitur
pertama, yakni Quick Response, memiliki latency (waktu jeda) hanya sebesar 30
milidetik. Padahal, persyaratan yang ditetapkan oleh Microsoft sendiri hanya
sebesar 50 milidetik. Waktu jeda yang lebih kecil ini tentunya membuat respons
layar pada VivoBook S200 menjadi lebih cepat ketika disentuh oleh penggunanya.
Fitur kedua, adalah High
Sensitivity. Sensitivitas layar sentuh VivoBook S200 dihasilkan oleh actuator
yang memiliki ukuran sangat kecil, yakni 5 milimeter, sementara standar yang
ditetapkan oleh Microsoft adalah 9 milimeter. Actuator size yang lebih kecil
memungkinkan akurasi dan sensitifitas yang lebih tinggi saat jari pengguna
menyentuh layar.
Zenbook UX32VD Kombinasi Portabilitas dan Kemampuan Maksimal
Ultraportable
merupakan segmen yang ditawarkan oleh Intel untuk memenuhi kebutuhan pengguna
yang sangat mobile dan butuh notebook berdimensi sangat tipis namun tanpa
mengorbankan kinerja dan fitur. Sebagai salah satu produsen utama di dunia
komputer, ASUS tentu turut pula menghadirkan produk ultraportable yang memenuhi
persyaratan yang ditetapkan.
Setelah
menghadirkan Zenbook Prime, notebook ultra tipis namun dilengkapi dengan
teknologi terkini seperti prosesor terkuat berbasis Intel Core generasi ketiga
(Ivy Bridge), layar IPS beresolusi Full HD, backlit illuminated keyboard, serta
audio kelas atas dari SonicMaster dan Bang & Olufsen, kini ASUS
menghadirkan UX32VD atau Zenbook Prime Hybrid.
Kelebihan
utama dari Zenbook Prime Hybrid dibandingkan dengan notebook ultra tipis
lainnya adalah kinerjanya yang sangat mumpuni. Seperti diketahui, ukuran tipis yang
ditetapkan oleh Intel untuk ultraportable, yakni kurang dari 1 inci atau
sekitar 25 milimeter, sangat menyulitkan produsen notebook untuk mendesain
produknya dengan komponen-komponen berspesifikasi dan kinerja tinggi.
Namun,
dengan keahlian yang dimiliki oleh para engineer ASUS, UX32VD justru bisa diperkuat
oleh VGA kelas performa, yakni Nvidia GeForce GT620M, melengkapi Intel HD
Graphics serta prosesor Core i5 bahkan i7 yang terpasang di dalamnya. GPU
bertenaga ini memungkinkan pengguna Zenbook Prime Hybrid memainkan game
berbasis DirectX 11 dengan lancar, apalagi karena GPU tersebut juga memiliki
dedicated video memory sebesar 1GB.
Dari
sisi kinerja, grafis ini menawarkan peningkatan performa antara 2 sampai 10
kali lipat dibandingkan dengan grafis yang biasa tersedia pada ultraportable
notebook. Dan meski menawarkan kinerja tertinggi, pengguna juga tidak perlu khawatir masa aktif baterainya
terkorbankan. Dengan Nvidia Optimus, sistem bisa beralih secara otomatis ke
grafis terintegrasi jika tidak sedang bekerja penuh. Ini mampu membuat masa
aktif baterai menjadi sama dengan notebook ultra tipis lainnya.
Selain
dua modus grafis yang disediakan, Zenbook Prime Hybrid juga memiliki kombinasi
antara Solid State Drive (SSD) demi kinerja tertinggi dan Harddisk Drive (HDD)
demi kapasitas yang lebih lega. Seperti diketahui, media penyimpanan berbasis
SSD menawarkan kecepatan hingga 4x lebih tinggi dibandingkan dengan harddisk. Pengguna
bisa menginstalasikan sistem operasi, aplikasi dan data-data yang sering
digunakan di SSD agar proses boot dan loading lebih cepat. Adapun demi memenuhi
kebutuhan penyimpanan data yang besar, ASUS menyiapkan fasilitas HDD
berkapasitas 500GB di Zenbook Prime Hybrid ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)



